RINGKASAN Penelitian berjudul "Persepsi dan Pengalaman Siswa SMA dalam Menghadapi Konten Negatif dan Hoax di Media Sosial: Analisis Berbasis Etika Penyiaran Islam" bertujuan untuk menggali secara mendalam bagaimana siswa sekolah menengah atas (SMA) memahami dan berinteraksi dengan konten negatif serta hoaks di media sosial, dengan menganalisis respons mereka melalui lensa etika kepenyiaran Islam. Siswa SMA merupakan generasi yang sangat akrab dengan media digital, dengan rata-rata penggunaan media sosial lebih dari empat jam sehari, menjadikan platform ini sebagai bagian integral dari gaya hidup dan sumber informasi utama mereka. Namun, keterlibatan intensif ini juga mengekspos mereka pada berbagai risiko, termasuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten negatif, serta isu privasi dan keamanan data. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan kunci mengenai bagaimana siswa SMA memandang prevalensi dan dampak konten negatif/hoaks terhadap kesejahteraan mereka. Data awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (51%) merasa bebas mengunggah apa pun ke media sosial karena menganggapnya sebagai hiburan dengan akses mudah, yang mengindikasikan potensi kurangnya kesadaran akan tanggung jawab etis dan implikasi hukum (misalnya, UU ITE). Selain itu, ada kekhawatiran tentang kurangnya mekanisme penyaringan dan pemahaman kritis terhadap konten media. Selanjutnya, penelitian ini akan mengidentifikasi strategi yang digunakan siswa untuk mengatasi atau menyaring konten tersebut, dan menganalisis keselarasan strategi ini dengan pedoman etika Islam. Etika kepenyiaran Islam menekankan prinsip-prinsip seperti kebijaksanaan (hikmah), kebenaran (tabayyun), larangan fitnah, ghibah, dan namimah, serta pentingnya menggunakan teknologi untuk kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar). Prinsip-prinsip ini sangat relevan dalam membimbing perilaku digital yang bertanggung jawab, termasuk memverifikasi informasi sebelum berbagi dan menghindari penyebaran kebohongan atau ujaran kebencian. Dengan menganalisis persepsi dan pengalaman siswa melalui kerangka etika Islam, penelitian ini berupaya memahami tidak hanya apa yang mereka lakukan, tetapi juga mengapa mereka melakukannya, serta bagaimana nilai-nilai agama dapat memperkuat literasi digital dan etika bermedia sosial di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2025