Mobilitas cerdas (smart mobility) merupakan salah satu dimensi dalam pengembangan smart city, terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kondisi urbanisasi cepat, dominasi kendaraan pribadi, stagnasi penggunaan transportasi umum, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi terhadap implementasi smart mobility, dengan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis deskriptif dan pemodelan struktural berbasis Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi smart mobility. Kedua faktor tersebut juga meningkatkan partisipasi masyarakat, yang pada gilirannya terbukti berperan penting dalam keberhasilan implementasi smart mobility di Jakarta. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya mendukung hubungan antara aksesibilitas dan infrastruktur teknologi dengan smart mobility, tetapi juga menjadi kunci dalam menciptakan sistem mobilitas yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan literasi digital, integrasi sistem transportasi, dan penguatan kolaborasi masyarakat untuk mewujudkan smart mobility yang inklusif di suatu kota besar.
Copyrights © 2025