Agama merupakan salah satu faktor penentu sejarah peradaban manusia. Dalam bahasa arab agama dikenal dengan kata “Al-diin”. Sayyid Quthb membahasa mengenai “Din”, yang dalam Al-Qur’an merujuk pada agama atau sistem kehidupan. Qutb membedakan beberapa ragam din, termasuk Din Al-Qayyim. Frasa “Din Al-Qayyim” yang terdiri dari dua kata, yaitu “Din” (agama) dan “Al-Qayyim” (yang lurus/kokoh), memerlukan pemahaman mendalam tentang makna masing-masing kata tersebut sebelum menelaah makna gabungannya. Penelitian ini menggunakan metode metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap teks utama Fi Zhilal Al-Qur’an karya Sayyid Qutb. Hasil penelitian yakni konsep din yang bermakna dasar “ketundukan” atau “kepasrahan”. Sedangkan din Al-qayyim diartikan sebagai, agama yang lurus atau benar. Din Al-Qayyim dalam Al-Qur’an terdapat dalam 3 ayat salah satunya pada QS. Ar-Rum ayat 30. Mengenai QS. Ar-Rum ayat 30, penafsiran Sayyid Quthb menekankan pada perintah untuk teguh dalam menjalani kehidupan beragama yang sedang diperjuangkan. Hal ini tidak terlepas dari konteks turunnya ayat berkaitan dengan semakin kerasnya orang-orang musyrik Mekah terhadap umat Muslim. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk senantiasa teguh dan tidak goyah oleh halangan apapun.
Copyrights © 2025