Pendidikan merupakan hak dasar anak yang wajib dipenuhi tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak yatim dan dhuafa yang berada dalam kondisi sosial ekonomi rentan. Dalam perspektif pekerjaan sosial, pemenuhan hak pendidikan dipahami sebagai proses intervensi terencana untuk meningkatkan keberfungsian sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemenuhan hak pendidikan anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Yos Sudarso dengan menggunakan pendekatan praktik pekerjaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive yang melibatkan pengurus panti dan anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemenuhan hak pendidikan dilaksanakan melalui tahapan pekerjaan sosial, yaitu engagement, assessment, perencanaan intervensi, pelaksanaan intervensi, evaluasi, dan terminasi. Panti asuhan berperan dalam menyediakan akses pendidikan formal dan nonformal, pendampingan belajar, serta pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar anak. Faktor pendukung meliputi komitmen pengurus, dukungan donatur, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan, sedangkan faktor penghambat meliputi latar belakang psikososial anak yang beragam serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pekerjaan sosial yang komprehensif dan kolaboratif dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan anak yatim dan dhuafa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025