Tari Mulo Pado merupakan tari tradisional Minangkabau yang berkembang di Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, dan berfungsi sebagai media hiburan sekaligus komunikasi budaya yang memuat nilai sosial, sejarah, dan identitas masyarakat. Seiring modernisasi, fungsi dan intensitas penyajiannya dalam konteks adat mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan mengkaji Tari Mulo Pado melalui aspek teks dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang mana melalui teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teks dan konteks dariĀ Y. Sumandiyo Hadi dan dukung dengan pendekatan semiotika dari Ferdinand De Sausuree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mulo Pado memiliki struktur gerak yang khas dan sarat makna simbolik yang merepresentasikan perjalanan nenek moyang Minangkabau serta nilai penghormatan, kebersamaan, usaha, dan dinamika sosial. Tari ini berfungsi sebagai bagian dari upacara adat dan simbol identitas masyarakat Nagari Padang Magek, serta memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya Minangkabau.
Copyrights © 2026