Sensori integrasi merupakan salah satu aspek perkembangan yang berpengaruh besar dalam keseharian anak, namun masih terdapat anak yang terindikasi mengalami kesulitan sensori integrasi tanpa perhatian dari guru dan orang tua. Faktor demografi orang tua juga merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan perkembangan anak, sehingga perlu diketahui bagaimana kemampuan sensori integrasi anak berdasarkan faktor demografi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sensori integrasi anak usia dini berdasarkan faktor demografi orang tua (usia, jumlah anak, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan suku) di Yayasan Al-Aqsha Kota Jambi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan alat ukur yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan melibatkan 32 anak. Hasil menunjukkan mayoritas anak memiliki kemampuan sensori integrasi pada kategori sedang dengan persentase sebesar 43.75%. Berdasarkan faktor demografi orang tua, diketahui bahwa anak dari orang tua berusia dewasa awal, berpendidikan SMA, anak tunggal, anak dari orang tua yang bercerai karena kematian bersuku campuran, ayah yang bekerja sebagai karyawan swasta dan ibu tenaga kesehatan, serta dari orang tua berpenghasilan tinggi memiliki nilai rata-rata lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa anak usia dini di Yayasan Al-Aqsha Kota Jambi secara umum memiliki tingkat kemampuan sensori integrasi yang cukup baik dengan karakteristik tertentu dalam faktor demografi orang tua yang ikut serta dalam perkembangan sensori integrasi anak usia dini.
Copyrights © 2025