Dating violence (kekerasan dalam berpacar) merupakan hal yang cukup memperihatinkan sebab hubungan yang harusnya dipenuhi dengan kasih sayang, cinta dan dukungan harus di penuhi dengan berbagai bentuk kekerasan. Namun, kekerasan yang terjadi tidak menjadi alasan pasangan mengakhiri hubungannya sehingga menimbulkan pertanyaan apakah seseorang bisa tetap bahagia dengan kekerasan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena dating violence yang terjadi dikalangan remaja akhir di Kota Sidenreng Rappang. Tipe penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini lima orang remaja akhir yang sedang menjalin hubungan berpacaran dan mengalami dating violence. Adapun Teknik yang digunakan yaitu menggunakan Teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Namun, tidak semua orang yang mengalami kekerasan akan merasa tidak bahagia tapi kekerasan bisa menjadi salah satu factor seseorang tidak bahagia.
Copyrights © 2025