Prokrastinasi akademik merupakan masalah umum pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), terutama ketika tuntutan akademik semakin kompleks, yang berdampak pada prestasi dan kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan. Self-efficacy sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya menjadi faktor penting yang diyakini dapat menekan perilaku prokrastinasi. Fokus penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara prokrastinasi akademik dan self- efficacy pada siswa SMP di Bali, dengan mempertimbangkan konteks budaya yang menuntut keterlibatan siswa dalam tradisi dan aktivitas komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 401 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa skala prokrastinasi akademik dan self-efficacy yang telah divalidasi, dan analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel (r = −0,701; p < 0,001), sehingga peningkatan self-efficacy direkomendasikan sebagai strategi untuk menekan prokrastinasi akademik siswa
Copyrights © 2026