Gumuk pasir Parangtritis mengalami penurunan luas dan ketingghian yang signifikan akibat aktivitas manusia, terutama usah wosata jeep yang mempercepatr erosi dan kerusakan morfologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara usaha wisata jeep, penurunan ketinggian gumuk pasir, dan potensi bencana lingkungan serta mengevaluasi mekanisme regulasi dan nilai ekonomi dari aktivitas tersebut. Metode kuantitatif digunakan melalui survei dan observasi dengan analisis statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan usaha wisata jeep menimbulkan degradasi luas gumuk pasir yang mengancam fungsi ekologisnya menuntut diversifikasi aktivitas wisata berbasis ramah lingkungan, sehingga keuntungan ekonomi jangka pendek tidak mengorbankan nilai ekosistem jangka panjang.
Copyrights © 2026