Penelitian ini menganalisis bagaimana isu Pertamax oplosan dibingkai dalam konten TikTok pada periode Februari–Maret 2025. Sebagai platform berbasis video pendek, TikTok memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik melalui penyebaran konten yang cepat dan visual yang persuasif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi konten, wawancara informan, serta studi dokumentasi. Analisis framing Robert Entman digunakan untuk mengidentifikasi empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok membingkai isu ini sebagai masalah serius terkait kualitas dan keamanan BBM. Publik menilai bahwa penyebab munculnya dugaan oplosan berkaitan dengan kelalaian SPBU serta kurangnya pengawasan pemerintah dan Pertamina. Narasi TikTok juga memperlihatkan penilaian moral berupa kecaman terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Sementara itu, rekomendasi solusi yang muncul mencakup peningkatan transparansi, pengawasan distribusi BBM, serta edukasi literasi digital. Penelitian ini menegaskan peran TikTok sebagai ruang pembentukan persepsi publik dalam isu strategis
Copyrights © 2025