Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Modelling-Based Learning pada Kegiatan Muhadharah di Pesantren Terpadu Al Kahfi Bogor Rif’atunnisa Rif’atunnisa; Ubaid Ridlo; Wati Susiawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas penggunaan Modelling-Based Learning dalam meningkatkan keterampilan pidato bahasa Arab siswa di Pesantren Terpadu Al Kahfi. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pidato siswa karena kurangnya latihan, bimbingan dalam menyusun teks pidato, serta keterbatasan metode yang digunakan dalam kegiatan muhadharah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, di mana partisipan berjumlah 32 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi pelaksanaan pretest, posttest, observasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen yang menerapkan pendekatan Modelling-Based Learning mengalami peningkatan keterampilan pidato secara signifikan. Nilai rata-rata pretest mereka adalah 64,875, yang kemudian meningkat menjadi 79,375 pada posttest yaitu terjadi peningkatan sebesar 14,5 poin. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode ini hanya mengalami peningkatan sebesar 9,75 poin, yaitu dari 61,125 menjadi 70,875. Hasil ini menegaskan bahwa Modelling-Based Learning lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pidato siswa. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor yang mendukung keberhasilan penerapan metode ini dalam kegiatan muhadharah, seperti kualitas contoh atau model yang diberikan, keterlibatan aktif siswa saat latihan, peran guru dalam memberikan bimbingan, serta suasana belajar yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam berbicara
KOMUNIKASI PERAWAT DAN PELAPORAN INSIDEN DALAM BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Try Ayu Patmawati; Irwan Budiana; Rif’atunnisa Rif’atunnisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i7.11979

Abstract

Background: Berdasarkan data survey kesehatan Indonesia angka Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Semua Umur adalah sebanyak 877.531 kasus juga didapatkan bahwa poli jantung adalah ruangan yang paling banyak mendapatkan insiden sebesar 99 insiden, jenis kejadian paling banyak terjadi yaitu Kejadian Nyaris Cidera (KNC). Objective: untuk menganalisis komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperawatan pasien jantung di Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Method: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis pelaksanaan sasaran keselamatan pasien, komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien pada asuhan keperatan pada pasien perawatan jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.. Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Data karakterisitik responden dan sasaran keselamatan pasien akan diolah menggunakan software SPSS. Results: didapatkan bahwa dimensi komunikasi kategori sedang yakni sebesar 18 orang (60%) dan dimensi yang memiliki kategori lemah yang cukup besar terdapat pada frekuensi pelaporan insiden yakni sebesar 18 orang (60%). Conclusion: Komunikasi dan pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan hal yang terpenting dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien sangat erat dan berpengaruh dalam perawatan dan pelayanan di rumah sakit. Pendekatan komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien