Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas penggunaan Modelling-Based Learning dalam meningkatkan keterampilan pidato bahasa Arab siswa di Pesantren Terpadu Al Kahfi. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pidato siswa karena kurangnya latihan, bimbingan dalam menyusun teks pidato, serta keterbatasan metode yang digunakan dalam kegiatan muhadharah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, di mana partisipan berjumlah 32 siswa yang terbagi ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi pelaksanaan pretest, posttest, observasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelompok eksperimen yang menerapkan pendekatan Modelling-Based Learning mengalami peningkatan keterampilan pidato secara signifikan. Nilai rata-rata pretest mereka adalah 64,875, yang kemudian meningkat menjadi 79,375 pada posttest yaitu terjadi peningkatan sebesar 14,5 poin. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode ini hanya mengalami peningkatan sebesar 9,75 poin, yaitu dari 61,125 menjadi 70,875. Hasil ini menegaskan bahwa Modelling-Based Learning lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pidato siswa. Selain itu, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor yang mendukung keberhasilan penerapan metode ini dalam kegiatan muhadharah, seperti kualitas contoh atau model yang diberikan, keterlibatan aktif siswa saat latihan, peran guru dalam memberikan bimbingan, serta suasana belajar yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam berbicara