Minat terhadap olahraga sepak bola di kalangan remaja semakin meningkat, sehingga kebutuhan akan kondisi fisik optimal menjadi semakin penting. Salah satu masalah yang sering muncul pada atlet adalah penurunan fleksibilitas otot hamstring, yang dapat menyebabkan keterbatasan gerak, menurunkan performa, serta meningkatkan risiko cedera. Intervensi fisioterapi seperti static stretching dan joint distraction with elastic band training banyak digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh static stretching dan joint distraction with elastic band training terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Metode: Penelitian quasi-eksperimental ini melibatkan 28 atlet sepak bola usia 16–19 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Sampel dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, yaitu static stretching dan joint distraction. Intervensi diberikan selama tiga minggu dengan frekuensi 5–6 kali per minggu. Fleksibilitas hamstring diukur menggunakan Active Knee Extension Test (AKET) sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Paired sample t-test kelompok I dan kelompok II menunjukan adanya pengaruh pada setiap kelompok pemberian dan terjadi peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Kesimpulan: Joint distraction with elastic band training lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada atlet sepak bola. Saran: Fisioterapis dan peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan penggunaan metode ini dalam program latihan maupun rehabilitasi, serta mengeksplorasi kombinasi intervensi lainnya.
Copyrights © 2026