Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang menekankan pemikiran kritis dan pemecahan masalah. SDIT Ibnu Khaldun Lembang mengembangkan model pembelajaran TERPADU (Telaah, Eksplorasi, Rumuskan, Presentasikan, Aplikasikan, Duniawi, Ukhrawi) sebagai pendekatan deep learning yang mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pembelajaran TERPADU dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SDIT Ibnu Khaldun Lembang. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, kabag diniyah, wali kelas, guru PAI dan IPAS, peserta didik, analisis dokumen SKL dan perangkat pembelajaran, serta observasi pembelajaran selama 12 pertemuan. Hasil: Penelitian menemukan bahwa manajemen pembelajaran TERPADU diimplementasikan secara sistematis melalui perencanaan yang terintegrasi dengan SKL khas SIT, pelaksanaan dengan sintak tujuh tahapan, dan evaluasi berkelanjutan melalui observasi, buku penghubung, dan home visit. Dari perilaku yang diamati, model ini efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan membentuk karakter religius melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran. Kesimpulan: Model pembelajaran TERPADU merupakan inovasi pendidikan yang berhasil mengintegrasikan deep learning dengan pembentukan karakter religius, meskipun menghadapi tantangan dalam konsistensi implementasi dan keterbatasan penilaian objektif karakter.
Copyrights © 2026