Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang terus meningkat secara global. Pendekatan berbasis pangan fungsional, khususnya melalui konsumsi produk fermentasi probiotik, menjadi strategi preventif yang menjanjikan. Kefir adalah minuman fermentasi tradisional yang mengandung konsorsium kompleks bakteri asam laktat, bakteri asam asetat, dan yeast yang bekerja secara sinergis menghasilkan berbagai metabolit bioaktif. Artikel review ini membahas secara komprehensif potensi kefir sebagai pangan fungsional antikolesterol, dengan fokus pada peran mikroorganisme utama dan pelengkap dalam regulasi metabolisme lipid. Mekanisme yang dikaji meliputi aktivitas bile salt hydrolase (BSH), asimilasi kolesterol oleh sel mikroba, produksi asam lemak rantai pendek, modulasi mikrobiota usus, serta pengaruh terhadap ekspresi gen yang terlibat dalam homeostasis lipid. Bukti dari studi in vitro, model hewan, dan uji klinis manusia menunjukkan bahwa konsumsi kefir berkontribusi terhadap penurunan kolesterol total, LDL-kolesterol, dan trigliserida, serta peningkatan HDL-kolesterol. Review ini menegaskan bahwa efek hipokolesterolemik kefir tidak hanya bergantung pada satu spesies, melainkan pada interaksi ekologis antar mikroba dan metabolit yang dihasilkannya. Dengan demikian, kefir berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai intervensi nutrisi berbasis mikrobioma untuk pencegahan penyakit kardiometabolik.
Copyrights © 2026