Pertumbuhan permukiman di Kota Surakarta menghadapi tekanan akibat tingginya laju pertumbuhan penduduk serta keterbatasan lahan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai sehingga menimbulkan risiko terhadap keberlanjutan kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian lahan permukiman menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dikombinasikan dengan Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) dan pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP). Variabel yang dianalisis meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, jarak terhadap sungai dan jalan, serta kerawanan banjir. Hasil pembobotan menunjukkan kerawanan bencana berpengaruh terbesar (41%). Analisis overlay menunjukkan 74,56% wilayah sesuai untuk permukiman. Integrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) 2023–2043 menunjukkan 72,73% alokasi permukiman telah sesuai namun 0,26% berada di zona risiko tinggi. Penelitian menekankan pentingnya mitigasi risiko dan pengelolaan tata ruang berkelanjutan untuk pembangunan yang aman dan lestari
Copyrights © 2025