Sektor pariwisata memiliki potensi strategis dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau. Namun, optimalisasi potensi ini memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata, dan multi-stakeholder (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media) dalam pengembangan pariwisata daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang terjalin melalui model pentahelix telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan efisiensi pengelolaan objek wisata, yang berdampak positif pada peningkatan retribusi dan pajak daerah. Meski demikian, masih terdapat hambatan berupa ketidaksinkronan regulasi antara pusat dan daerah serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan komitmen bersama dalam skema pembiayaan kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan peningkatan PAD di masa depan.
Copyrights © 2026