Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Job Insecurity dan Dukungan Sosial memengaruhi tingkat Burnout pada mahasiswa pekerja angkatan 2022 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan self-Efficacy sebagai mediator atau variabel intervening dalam model analisisnya. Secara metodologis, riset ini mengadopsi desain kuantitatif dengan teknik survei, di mana penjaringan data primer dilakukan melalui penyebaran instrumen kuesioner berbasis digital yang menggunakan pengukuran skala Likert, dan responden berjumlah 120 mahasiswa pekerja. Guna menguji konsistensi internal dan akurasi pengukuran, penelitian ini mengandalkan pendekatan PLS-SEM (Partial Least Square–Structural Equation Modeling). Proses komputasi dilakukan melalui SmartPLS, yang memungkinkan peneliti untuk membedah interaksi antarvariabel sekaligus memvalidasi kerangka teoritis melalui serangkaian uji reliabilitas dan validitas yang ketat. Hasil menunjukkan bahwa baik Job Insecurity maupun Dukungan Sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Burnout. Sebaliknya, kedua variabel tersebut terbukti signifikan dalam membentuk Self-Efficacy mahasiswa pekerja. Kendati demikian, Self-Efficacy tidak memberikan dampak signifikan pada Burnout, sehingga tidak mampu memediasi hubungan antara Job Insecurity maupun Dukungan Sosial dengan Burnout. emuan ini merefleksikan kuatnya pengaruh faktor di luar lingkup penelitian terhadap eskalasi burnout pada subjek mahasiswa pekerja, sedangkan Job Insecurity dan Dukungan Sosial lebih relevan dalam memperkuat keyakinan diri atau Self-Efficacy mereka.
Copyrights © 2026