Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses self-acceptance pada pria homoseksual dengan human immunodeficiency virus (HIV) positif berdasarkan perspektif humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali makna pengalaman subjek secara mendalam. Partisipan penelitian diperoleh melalui teknik snowball sampling, dan data dikumpulkan dengan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) kesadaran dan pemahaman diri, (2) penerimaan diri tanpa syarat, (3) relasi sehat dan penerimaan sosial, dan (4) aktualisasi diri serta tanggung jawab. Keempat tema ini menggambarkan dinamika psikologis individu dalam menerima identitas diri dan kondisi kesehatan mereka secara utuh. Penelitian ini memperluas teori Rogers dengan menemukan unsur kebaruan seperti self-compassion, boundary setting, optimism, dan coping diri yang menunjukkan bentuk adaptasi psikososial modern pada individu dengan HIV positif. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikososial berbasis self-acceptance dan empati bagi individu yang menghadapi stigma ganda di masyarakat.
Copyrights © 2026