Permasalahan perilaku tidak etis menjadi tantangan dalam konteks pekerjaan frontline perbankan yang ditandai oleh tuntutan kinerja yang tinggi serta kompleksitas prosedur kerja. Kondisi tersebut berpotensi menempatkan frontline pada situasi yang memerlukan pengambilan keputusan etis dalam pelaksanaan tugas. Namun, penelitian terdahulu masih terbatas dalam menjelaskan bagaimana kompleksitas tugas memengaruhi perilaku tidak etis serta peran mekanisme regulasi diri individu dalam konteks pekerjaan frontline perbankan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompleksitas tugas terhadap perilaku tidak etis pada frontline perbankan serta menguji peran self-monitoring dalam mengkondisikan hubungan tersebut. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 156 frontline perbankan di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompleksitas tugas, self-monitoring, dan perilaku tidak etis berada pada kategori sedang. Hasil pengujian model struktural menunjukkan bahwa kompleksitas tugas berperan dalam meningkatkan kecenderungan perilaku tidak etis. Selain itu, self-monitoring terbukti berperan dalam mengkondisikan hubungan antara kompleksitas tugas dan perilaku tidak etis dalam batas tertentu. Secara praktis, temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan perilaku etis frontline perbankan tidak hanya perlu memperhatikan karakteristik pekerjaan yang kompleks, tetapi juga kapasitas regulasi diri individu sebagai mekanisme pengendalian internal dalam menghadapi tuntutan pekerjaan.
Copyrights © 2026