Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 melaporkan terkait angka stunting di Kota Batu berada pada angka 21,2%. Prevalensi ini mengindikasikan bahwa hingga kini stunting menjadi permasalahan serius karena belum berhasil memenuhi target RPJMN 2020–2024, yaitu sebesar 14%. Desa Giripurno menjadi daerah yang mencatat persentase stunting paling tinggi di Kota Batu, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara keragaman pangan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian stunting pada balita. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian hubungan analitik melalui desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menerapkan teknik sampling non-probabilitas dengan pendekatan purposive sampling. Sebanyak 126 responden diikutsertakan sebagai sampel, dengan instrumen berupa kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan menggunakan uji deskriptif untuk merepresentasikan hasil univariat, uji chi-square untuk menilai hubungan pada analisis bivariat, serta regresi logistik yang diterapkan pada analisis multivariat. Hasil penelitian merepresentasikan adanya hubungan antara keragaman pangan (p = 0,002) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (p = 0,001) dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan. Di antara kedua variabel tersebut, keragaman pangan balita menunjukkan hubungan yang paling signifikan dengan kejadian stunting. Kata Kunci : stunting, keragaman pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, balita
Copyrights © 2025