Aktivitas alih fungsi lahan dapat mempercepat laju erosi, terutama di kawasan konservasi seperti TAHURA Sebatung, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengukur besarnya erosi dan mengidentifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai jenis tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE), dengan data diperoleh melalui purposive sampling di empat lokasi: Seratak, Mamake, Gunung Ulin, dan Meranti. Analisis mencakup faktor R, K, LS, C, dan P, dengan dukungan uji laboratorium terhadap tekstur, permeabilitas, dan bahan organik tanah. Hasil menunjukkan nilai erosi tertinggi terjadi pada kebun campuran (0,84 ton/ha/tahun), sedangkan terendah pada kebun karet (0,04 ton/ha/tahun). Seluruh unit lahan masuk dalam kategori TBE kelas II atau sedang. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan vegetasi dan konservasi lereng dalam mitigasi erosi untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis TAHURA Sebatung.
Copyrights © 2025