Literasi budaya memiliki peran penting dalam mendukung siswa mengetahui serta mengapresiasi keberagaman budaya, tradisi serta nilai-nilai masyarakat. Mengacu pada hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV, diperoleh informasi jika media pembelajaran IPAS yang digunakan kurang bervariasi, terutama dalam materi keberagaman budaya daerah, sehingga penyampaian materi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal literasi budaya siswa kelas IV, merancang media Snake-D Ladd-Up berbasis budaya Jawa Timur, serta menguji penerapan,validitas, dan efektivitas media tersebut dalam meningkatkan literasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan pendekatan model ADDIE. Instrumen penelitian mencakup wawancara, observasi, angket validasi materi, media, bahasa, praktisi serta tes. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, melibatkan siswa kelas IV dari empat sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Snake-D Ladd-Up sangat valid dengan perolehan 96 % dari para ahli dan sangat praktis dengan perolehan 94 % dari praktisi. Rata-rata hasil pretest dan posttest memperlihatkan peningkatan secara signifikan dari 53 menjadi 83 dalam skala kecil dan dari 55,17 menjadi 89,15 pada skala lapangan.
Copyrights © 2025