Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak mendapatkan sirkulasi darah atau pertukaran udara yang cukup pada masa prenatal dan pascanatal. Keadaan ini ditandai dengan hipoksia, hiperkapnia, dan asidosis. Faktor risiko bayi mencakup jenis kelamin, status gizi neonatus, berat badan lahir, usia gestasi, infeksi neonatal, kelainan kongenital mayor, dan gemeli. Untuk mengetahui apa saja faktor risiko bayi yang berhubungan dengan asfiksia neonatorum di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Penelitian ini berbentuk retrospective quantitative comparative cross-sectional dengan penggunaan data sekunder dari rekam medis pasien. Data diekstraksi dengan total sampling untuk bayi yang asfiksia dan random sampling untuk bayi yang tidak asfiksia. Analisis dilakukan melalui uji statistik chi-square bivariat dan uji regresi logistik biner multivariat. Terdapat hubungan bivariat yang signifikan (p<0,05) antara berat badan lahir, usia gestasi, infeksi neonatal, dan kelainan kongenital dengan asfiksia. Setelah dilakukan pengendalian variabel, faktor risiko bayi yang meningkatkan risiko asfiksia adalah bahwa berat badan lahir amat sangat rendah (p<0,001), berat badan lahir sangat rendah (p<0,001), berat badan lahir rendah (p=0,007), prematuritas (p<0,001), status gizi besar masa kehamilan (p=0,032), infeksi neonatal (p<0,001), dan kelainan kongenital mayor multipel (p=0,033). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa asfiksia neonatorum dipengaruhi oleh faktor risiko bayi, termasuk berat badan lahir amat sangat rendah, berat badan lahir sangat rendah, berat badan lahir rendah, prematuritas, status gizi besar masa kehamilan, infeksi neonatal, dan kelainan kongenital mayor multipel
Copyrights © 2026