Kebutuhan energi di Indonesia yang terus meningkat masih sangat bergantung pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat emisi pencemar udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kualitas udara dari PLTD Ampenan yang berlokasi di Kota Mataram dengan menggunakan model dispersi udara AERMOD. Emisi polutan seperti SO?, NO?, CO, dan TSP disimulasikan dalam skenario musim hujan dan kemarau untuk mengetahui sebaran spasial dan kesesuaiannya terhadap baku mutu udara ambien nasional (PP No. 22 Tahun 2021). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar polutan masih berada dalam ambang batas aman, kecuali NO? yang melebihi ambang batas harian dan per jam pada beberapa titik, khususnya di kawasan pemukiman yang berada searah angin. Pengukuran kualitas udara ambien di lapangan pada tiga lokasi mendukung hasil simulasi, dan memperkuat temuan bahwa NO? merupakan polutan yang paling mengkhawatirkan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi emisi yang lebih terfokus serta penguatan kebijakan pengendalian pencemaran udara untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mendorong tata kelola energi yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Copyrights © 2026