Peningkatan populasi lansia, termasuk di lembaga pemasyarakatan, menimbulkan tantangan serius terhadap kualitas hidup, fungsi kognitif, dan kesejahteraan psikososial. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lansia menghadapi keterbatasan aktivitas fisik, ruang gerak, serta interaksi sosial yang berpotensi mempercepat penurunan fungsi fisik dan kognitif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi kognitif WBP lansia melalui penerapan inovasi Exercise Game Therapy berbasis Cognitive Motor Dual Task (CMDT) di Lapas Kelas IIB Sleman. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi program, pemeriksaan awal, pelaksanaan intervensi, serta evaluasi program. Intervensi dilakukan melalui tiga komponen utama, yaitu Apik Raga, Apik Rasa, dan Apik Rengkuh, yang mengintegrasikan latihan fisik, stimulasi kognitif, dan interaksi sosial secara bertahap dan menyenangkan. Evaluasi menggunakan instrumen SF-36 untuk kualitas hidup, Mini Mental State Examination (MMSE) untuk fungsi kognitif, serta pemeriksaan tanda vital. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor kualitas hidup, khususnya pada aspek fungsi fisik, kesejahteraan emosional, dan fungsi sosial, serta perbaikan fungsi kognitif dan kesejahteraan psikologis WBP lansia. Program ini terbukti efektif, aplikatif, dan berpotensi berkelanjutan sebagai model intervensi kesehatan lansia di lingkungan pemasyarakatan.
Copyrights © 2026