Perundungan di sekolah masih menjadi persoalan serius yang memengaruhi kesehatan mental, psikososial, serta prestasi akademik remaja. Fenomena ini terjadi dalam berbagai bentuk, baik kekerasan fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying), sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas remaja dalam pencegahan perundungan di Sekolah Menengah Atas Kota Palangka Raya melalui peningkatan pemahaman, keterampilan komunikasi asertif, dan pembentukan kelompok peduli anti-perundungan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sosialisasi interaktif, pelatihan simulasi menghadapi perundungan, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan pembentukan kelompok peduli anti-perundungan di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman remaja terkait definisi, jenis, dan dampak perundungan, serta keterampilan dalam menghadapi situasi perundungan secara asertif. Selain itu, telah terbentuk kelompok peduli anti-perundungan di sekolah untuk memantau dan melakukan langkah preventif secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan mendukung perkembangan psikososial remaja secara optimal.
Copyrights © 2026