Hubungan sosial yang mulanya bertujuan untuk mengenal satu sama lain tersebut kemudian menyebabkan proses interaksi. Salah satu perwujudan interaksi tersebut dapat berupa permukiman-permukiman etnis yang tersebar di berbagai wilayah. Permukiman etnis ini awalnya terbentuk dari kelompok masyarakat pendatang dari berbagai daerah dan suku bangsa yang kemudian membentuk kelompok etnis dan permukiman mereka sendiri, Metode yang digunakan Adalah pendekatan edukasi interaktif, dengan tahapan pretest, penyuluhan, dan posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XII-9, yang dipilih berdasarkan observasi awal terkait banyaknya anak etnis tionghoa Peranakan yang sesuai dengan peneliti untuk di ambil data melalui responden google form. penyuluhan, dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan yang berbasis diskusi interaktif dan simulasi dapat menjadi metode efektif dalam membangun kesadaran peserta didik minoritas etnis tionghoa di kalanganmayoritas suku jawa yang beragama islam dengan etnis tionghoa yang beragama Kristen protestan serta ada yang memeluk islam. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan dalam lingkungan sekolah untuk mencegah kasus diskriminasi terhadap siswa-siswi tionhoa supaya tidak terulang lagi tragedi-tragedi sebelum seperti insiden konflik mergososno kota malang pasca kemerdekaan 1945-1949.
Copyrights © 2026