Pencapan etsa putih (white discharge) merupakan salah satu teknik pencapan yang dilakukan pada bahan tekstil yang telah melalui proses pencelupan maupun pencapan, kemudian dilakukan pencapan menggunakan pasta cap yang mengandung zat perusak/pengetsa, sehingga warna putih kain semula tampak kembali pada bagian motif yang diinginkan. Zat pengetsa yang digunakan dapat berupa reduktor maupun oksidator. Pada penelitian ini zat pengetsa yang digunakan ialah kalium permanganat (KMnO4) yang berbasis oksidator. Untuk membantu proses oksidasi zat warna bejana menggunakan KMnO4 diperlukan bantuan suhu tinggi dengan pemanasan menggunakan metode uap kering (baking) guna membantu proses penguraian oksigen aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu baking terhadap hasil pencapan etsa pada kain denim (kapas 95% - spandek 5%). Variasi suhu baking yang dilakukan diantaranya 140, 150, 160, 170 dan 180oC dengan waktu selama 4 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi derajat putih kain, ketajaman motif dan kekuatan tarik kain. Berdasarkan hasil percobaan derajat putih kain yang paling tinggi ialah pada suhu baking 150oC yaitu sebesar 54,248. Hasil ketajaman motif kain diperoleh 100% pada suhu 150, 160, 170 dan 180oC. Untuk kekuatan tarik menunjukkan bahwa makin tinggi variasi suhu baking berpengaruh terhadap penurunan kekuatan tarik kain. Pada suhu baking 150oC selama 4 menit menunjukkan hasil yang optimal.
Copyrights © 2025