Artikel ini mengkaji secara komprehensif epistemologi tiga tokoh sentral dalam sejarah intelektual Islam: Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Melalui analisis komparatif, Artikel ini mengidentifikasi titik temu, perbedaan, serta kontribusi unik masing-masing filsuf terhadap perkembangan pemikiran Islam. Penelitian ini menelusuri bagaimana mereka merespons tantangan zaman, berinteraksi dengan tradisi filsafat Yunani, dan menawarkan solusi epistemologis yang beragam. Fokus utama adalah pada metode perolehan pengetahuan, sumber-sumber kebenaran, serta implikasi pandangan mereka terhadap pendidikan dan pemikiran keagamaan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan signifikan, ketiga tokoh ini berbagi komitmen terhadap rasionalitas dan pencarian kebenaran, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran mereka dalam konteks kontemporer, terutama dalam upaya integrasi Islam dan sains, serta dalam menghadapi tantangan epistemologis di era modern.
Copyrights © 2025