Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sintesis dan Diskrepansi Epistemologi: Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd dalam Pusaran Intelektual Islam Munawarah, Hasanatul; Normuslim
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1572

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komprehensif epistemologi tiga tokoh sentral dalam sejarah intelektual Islam: Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Melalui analisis komparatif, Artikel ini mengidentifikasi titik temu, perbedaan, serta kontribusi unik masing-masing filsuf terhadap perkembangan pemikiran Islam. Penelitian ini menelusuri bagaimana mereka merespons tantangan zaman, berinteraksi dengan tradisi filsafat Yunani, dan menawarkan solusi epistemologis yang beragam. Fokus utama adalah pada metode perolehan pengetahuan, sumber-sumber kebenaran, serta implikasi pandangan mereka terhadap pendidikan dan pemikiran keagamaan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan signifikan, ketiga tokoh ini berbagi komitmen terhadap rasionalitas dan pencarian kebenaran, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran mereka dalam konteks kontemporer, terutama dalam upaya integrasi Islam dan sains, serta dalam menghadapi tantangan epistemologis di era modern.
Kebijakan Makan Bergizi Gratis Di Provinsi Kalimantan Tengah: Kajian Filosofis Ekonomi Islam: Free Nutritious Meal Policy in Central Kalimantan Province: A Philosophical Study of Islamic Economics Munawarah, Hasanatul; Dakhoir, Ahmad
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang menuai pro dan kontra, terutama dalam konteks implementasinya di Provinsi Kalimantan Tengah. Urgensi kajian ini didasarkan pada sejumlah fakta empiris: anggaran MBG nasional 2026 mencapai Rp335 triliun, namun realisasi 2025 baru mencapai 72,5% dari pagu; di Kalimantan Tengah terdapat 87 SPPG aktif per Februari 2026 jauh dari kebutuhan 169 SPPG; serta beberapa insiden keracunan makanan yang mencederai kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis polemik kebijakan MBG di Kalimantan Tengah melalui analisis isi kualitatif (qualitative content analysis) dengan bahan kajian utama berupa narasi pemberitaan media dan dokumen kebijakan. Kerangka analisis mengintegrasikan perspektif filosofis ekonomi Islam (ontologi, epistemologi, aksiologi) serta teori ekonomi mikro dan makro. Temuan menunjukkan bahwa MBG di Kalimantan Tengah menghadapi polemik pada enam dimensi: anggaran, ketersediaan pangan, distribusi, kualitas menu, koordinasi, dan transparansi. Secara ontologis, program ini selaras dengan prinsip pemenuhan kebutuhan dasar (dharuriyat); secara epistemologis, pengambilan keputusan masih lemah dalam hal basis data; secara aksiologis, ketimpangan distribusi menunjukkan belum terpenuhinya nilai keadilan ('adl) dan kemaslahatan (maslahah). Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola berbasis nilai-nilai ekonomi Islam untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan program.