Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang umum di dunia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. cabai merah banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Selain karena manfaatnya bagi kesehatan, cabai merah juga memiliki harga jual yang cukup tinggi.Pengembangan produk berbasis cabai merah yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat yaitu salah satunya dengan mengolah menjadi abon cabai. Karakteristik abon cabai memiliki rasa pedas dan gurih dari cabai dengan tambahan bahan seperti ikan teri atau rebon untuk meningkatkan rasa. Namun pada penelitian ini abon cabai merah akan memberikan variasi rasa yang beragam yang berasal dari karakteristik khas Aceh yaitu dengan penambahan asam sunti dan daun kari. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan pembuatan bubuk asam sunti dan kari, persiapan abon cabai merah, pembuatan variasi rasa abon cabai, analisis kadar air, kadar pH serta pengujian organoleptik. Hasil penelitian diperoleh kadar air dari tiga variasi rasa abon cabai merah yang paling rendah kadar air abon cabai sunti sebesar 7,30 %. pH yang rendah pada abon sunti sebesar 5,30. Secara keseluruhan hasil organoleptik diperoleh abon cabai kari dan abon original banyak disukai panelis dengan skor 4,04 - 4,18 kategori (suka) sedangkan abon cabai sunti diperoleh skor rata-rata 3,73 (Netral).
Copyrights © 2025