Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Karakter Morfologi Jagung terhadap Tumpang Sari dengan Kedelai dan Aplikasi Dosis Pupuk Afrillah, Muhammad; Lizmah, Sumeinika Fitria; Siregar, Mawaddah Putri Arisma; Harahap, Evi Julianita; Junita, Dewi
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.5174

Abstract

Sistem penanaman tumpang sari memanfaatkan keunggulan komplementer dari berbagai jenis tanaman untuk mewujudkan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan. Hal ini diketahui berhasil meningkatkan hasil panen dalam area tanam tertentu, sambil mengurangi penggunaan bahan-bahan kimiawi. Dengan pendekatan ini, tanaman yang ditanam bersama saling mendukung pertumbuhan satu sama lain, menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pola tanam tumpang sari pada jagung dan kedelai telah menunjukkan potensi sebagai praktik pertanian yang efisien dalam penggunaan lahan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakter morfologi jagung terhadap tumoangsari dengan kedelai dan aplikasi dosis pupuk. Penelitian dilakukan di Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu varietas (4 taraf) yaitu V1 (Bonanza + Detap-1), V2 (Exotic + Detap-1), V3 (Bonanza + Grobogan), V4 (Exotic + Grobogan). Faktor kedua yaitu dosis pupuk (5 taraf) yaitu D1 : 100% rekomendasi: (Jagung: 300 kg ha-1 Urea + 150 kg ha-1 SP36 + 50 kg ha-1 KCl); (Kedelai: 30 kg ha-1 Urea + 60 kg ha-1 SP-36 + 30 kg ha-1 KCl), D2 : 75% rekomendasi + 10 ton/ha Pupuk Organik, D3 : 50% rekomendasi + 20 ton/ha Pupuk Organik, D4 : 25% rekomendasi pupuk + 30 ton/ha Pupuk Organik dan D5 : 40 ton/ha Pupuk Organik, menghasilkan 20 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah karakteristik morfologi tanaman jagung. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji F, dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) Tukey pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 21 HST, diameter batang umur 14, 21, dan 28 HST. Namun varietas berpengaruh tidak nyata pada tinggi jagung di umur lainnya.
IDENTIFICATION OF CULTIVATION MANAGEMENT AND ABIOTIC COMPONENTS IN PEOPLE’S NUTMEG PLANTATIONS IN SOUTH ACEH REGENCY Afrillah, Muhammad; Muslimah, Yuliatul; Lizmah, Sumeinika Fitria; Junita, Dewi; Harahap, Evi Julianita
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 3 No. 5 (2024): APRIL
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v3i5.408

Abstract

Nutmeg is the leading commodity of South Aceh plantations. Cultivation management and environmental factors have an impact for optimal production. The aim of this research is to identify management and abiotic components in people's nutmeg plantations in South Aceh Regency. The methods used are interviews and direct observation on nutmeg plantation using purposive sampling to collect data of abiotic components. Location was recommended by Department Agriculture of Aceh Selaan Regency. The research parameters consist of management aspects of nutmeg cultivation and abiotic components. The results show that the average nutmeg land area is ≤1 ha, the planting pattern is agroforestry, and the planting distance is 5 x 5 m. The nutmeg seeds used are sourced from farmers' own propagation through generative propagation. On average, 50.66% of farmers do not fertilize, while the rest fertilize using NPK fertilizer (42.68%) in a spread at a dose of 1 kg/plant, and around 6% use organic fertilizer. The altitude ranges from 2.6-27.2 meters above sea level, the light intensity is 207.6-832.6 cd, the temperature is between 27.8oC-30.9 oC, and the humidity is 61-80%. The pH value is between 6.8-7, soil water content 21.78-65.52%, Nitrogent 0.10-0.43%, Phosfor 0.48-19.35, and Kalium 0.26-2.75%. In conclusion, the management of nutmeg cultivation in South Aceh Regency is still not optimal, such as planting distance, fertilization and seeding. Meanwhile, from the abiotic environmental aspect, such as light, soil pH and humidity are suitable for the growth of nutmeg. Agroforestry effects of water content and NPK elements in nutmeg plantations.
Efikasi Serbuk Daun Belimbing Wuluh dan Pandan Wangi Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae) Lisa, Oviana; Lizmah, Sumeinika Fitria; Sari, Putri Mustika; Rosmanita, Rosmanita
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.16883

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae) menjadi hama utama yang menyerang produk simpanan beras di gudang sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Diperlukan upaya pengendalian hama kutu beras yang bersifat ramah lingkungan seperti pemanfaatan bioinsektisida berbahan alami dari tumbuhan agar mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida sintetik terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mortalitas dan antifidan hama kutu beras setelah diaplikasikan serbuk daun belimbing wuluh dan pandan wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data penghambatan konsumsi pakan diperoleh melalui perhitungan kehilangan bobot beras selam 21 Hari Setelah Aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan serbuk daun belimbing wuluh dan daun pandan wangi efektif sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan hama kutu beras dengan persentase mortalitasnya melebihi 50%. Persentase mortalitas tertinggi pada aplikasi daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 50 g dan pandan wangi 40 g. Uji penghambatan makan memperlihatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi serbuk diberikan, maka nilai persentase kerusakan beras akan semakin menurun akibat aktivitas senyawa metabolit sekunder saponin, flavonoid, dan tanin yang terdapat pada tanaman. Senyawa metabolit sekunder saponin dan flavonoid pada daun belimbing wuluh dan pandan wangi bekerja sebagai senyawa antifeedant yang dapat menghambat aktivitas makan hama kutu beras. 
PENGARUH PERANGKAP SINTETIS METIL EUGENOL UNTUK MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH BACTROCERA spp. PADA TANAMAN JERUK PAMELO Yusmaizah, Yusmaizah; Sahputra, Hendri; Lizmah, Sumeinika Fitria
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1537

Abstract

Lalat buah Bactrocera spp. merupakan hama penting bagi jeruk pamelo karena serangannya menyebabkan penurunan kualitas dan produktivitas jeruk pamelo. Untuk mengendalikan serangan lalat buah Bactrocera spp. harus dilakukan pengendalian berupa pemasangan perangkap sintetis metil eugenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perangkap sintetis metil eugenol dalam mengendalikan hama lalat buah Bactrocera spp. pada tanaman jeruk pamelo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2021 di UPTD BBHTPP unit Saree Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari 6 taraf dosis (D0 = kontrol, D1 = 1 ml, D2 = 1,25 ml, D3 = 1,5 ml, D4 = 1,75 ml, D5 = 2 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pengamatan ditemukan 3 jenis lalat buah Bactrocera spp yang terperangkap, yaitu Bactrocera carambolae, Bactrocera umbrosa dan Bactrocera papayae. Pada tingkat dosis D1 (1 ml) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah tangkapan lalat yang paling tinggi dibandingkan dengan taraf dosis lainnya. Pemasangan perangkap metil eugenol memberikan pengaruh terhadap jumlah total buah yang terserang selama pengamatan sebanyak 124 buah sedangkan jumlah buah yang tidak terserang sebanyak 224 buah. Hal ini menunjukkan bahwa atraktan metil eugenol mampu mengendalikan populasi lalat buah Bactrocera spp. pada jeruk pamelo.
PELATIHAN PERSEMAIAN BIBIT SAYURAN PAKCOY SECARA HIDROPONIK BAGI MASYARAKAT GAMPONG PASAR ACEH, MEULABOH, ACEH BARAT Lizmah, Sumeinika Fitria; Harahap, Evi Julianita; Afrillah, Muhammad; Chairudin, Chairudin; Hadianto, Wira; Zulkarnain, Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28715

Abstract

Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air dalam memberikan nutrisi bagi tanaman. Gampong Pasar Aceh adalah salah satu gampong (desa) yang terletak di Kota Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, sehingga kegiatan budidaya hidroponik menjadi alternatif bertani bagi masyarakatnya yang terbatas lahan. Namun untuk memperoleh keberhasilan budidaya dengan hidroponik mestilah diawali dengan kemampuan untuk menghasilkan bibit yang baik. Oleh karena itu kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan persemaian bibit sayuran Pakcoy secara hidroponik bagi masyarakat Gampong Pasar Aceh. Sasaran peserta kegiatan ini adlaah ibu rumah tangga dan pemuda Gampong Pasar Aceh. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Participatory Action Research (PAR). Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar, para peserta sangat antusias dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Setelah pelatihan, pengetahuan masyarakat tentang hidroponik semakin banyak dan keterampilan dalam persemaian bibit pakcoy meningkat sehingga dapat ditanam hingga panen.
BIOACTIVITY OF FRAGRANT PANDAN AND WULUH STARFRUIT COMBINATION LEAF POWDERS AGAINST THE MORTALITY OF RICE WEEVIL (Sitophilus oryzae) Lisa, Oviana; Lizmah, Sumeinika Fitria; Sari, Putri Mustika; Aminah, Siti; mustaqim, mustaqim
JURNAL BIOSAINS Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v9i3.53487

Abstract

Storing rice for a long time in the warehouse has the potential to be attacked by warehouse pests, namely rice weevil insect (Sitophilus oryzae). Rice weevil attacked on storage rice caused a decrease in the quality and quantity of rice, so environmentally friendly pest control is needed, such as the used of bioactive plant compounds as botanical insecticides. This research aimed to see the effect of bioactive compounds from the combined powder of fragrant pandan (Pandanus amaryllifolius) and wuluh starfruit (Averrhoa bilimbi) leaves on the mortality of the rice weevil pest S. oryzae. The method of this research used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) experimental method with 4 concentration levels of botanical insecticide combination powder, that were 30, 40, 50 and 60 g. The research results showed that the combination of fragrant pandan and wuluh starfruit leaf powders contained bioactive compounds were steroids, terpenoids, saponins, flavonoids, phenolics and tannins. The activity of the bioactive compounds saponins, flavonoids, phenolics and tannins worked as inhibitors of insect feeding (antifeedant) and caused the mortality of S. oryzae. The highest mortality percentage reaching 85% was obtained after applicated by a concentration of 50 g. The increase in mortality of the S. oryzae pest occurred every week, until mortality reached more than 80% in the 3rd week was obtained in treatment concentrations of 30 g (84.2%) and 50 g (85%).    
Management of fruit and vegetable waste into ecoenzyme in Drien Rampak Village, West Aceh Regency Agustinur, Agustinur; Junita, Dewi; Lizmah, Sumeinika Fitria; Rizal, Chairul; Afrillah, Muhammad; Maulidia, Vina
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i4.13984

Abstract

The accumulation of waste in public areas of Drien Rampak Village remains an unresolved issue. The growing population has led to increased consumption and waste production. Currently, there is no waste management mechanism capable of addressing this problem effectively. The waste is predominantly household waste, such as organic fruit and vegetable residues. This activity aimed to provide training to the PKK women’s group in Drien Rampak Village on making ecoenzymes as a solution for managing organic waste. The implementation included training and hands-on assistance. The stages of the activity were as follows: coordination with partners, education on waste management, ecoenzyme-making training, fermentation process, and ecoenzyme harvesting. The activity produced 100 liters of ecoenzyme using 30 kg of fruit and vegetable residues. Based on pre-test and post-test questionnaire results, significant improvements were observed in participants' attitudes, knowledge, and skills in managing household organic waste. The highest improvement was in attitudes (16.84-point difference), followed by skills (13.11-point difference) and knowledge (5.49-point difference).
Analisis Kadar Air dan Organoleptik Terhadap Variasi Rasa Abon Cabai Merah Rahmi, Suci; Agustinur, Agustinur; Lizmah, Sumeinika Fitria
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i2.14479

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang umum di dunia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. cabai merah banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Selain karena manfaatnya bagi kesehatan, cabai merah juga memiliki harga jual yang cukup tinggi.Pengembangan produk berbasis cabai merah yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat yaitu salah satunya dengan mengolah menjadi abon cabai. Karakteristik abon cabai memiliki rasa pedas dan gurih dari cabai dengan tambahan bahan seperti ikan teri atau rebon untuk meningkatkan rasa. Namun pada penelitian ini abon cabai merah akan memberikan variasi rasa yang beragam yang berasal dari karakteristik khas Aceh yaitu dengan penambahan  asam sunti dan daun kari. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan pembuatan bubuk asam sunti dan kari, persiapan abon cabai merah, pembuatan variasi rasa abon cabai, analisis kadar air, kadar pH serta pengujian organoleptik. Hasil penelitian diperoleh kadar air dari tiga variasi rasa abon cabai merah yang paling rendah kadar air abon cabai sunti sebesar 7,30 %. pH yang rendah pada abon sunti sebesar 5,30.  Secara keseluruhan hasil organoleptik  diperoleh abon cabai kari dan abon original banyak disukai panelis dengan skor 4,04 - 4,18  kategori (suka) sedangkan abon cabai sunti diperoleh skor rata-rata 3,73 (Netral).
Optimalization Characteristics of the Formulation Essential Oil Nanobiopesticide: Citrus hystrix, Melaleuca cajuputi, and Cymbopogon citratus from West Aceh, Indonesia Sari, Putri Mustika; Lizmah, Sumeinika Fitria; Weihan, Rayhan Amadius
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.1.137-147

Abstract

Research on essential oils as biopesticides is very much, so in the development of essential oils as biopesticides there are weaknesses, namely the nature of essential oils as the main ingredient is volatile, and environmental factors are easy to degrade. So it takes a formulation that can maintain the level of the main compound in the long term, and this can be achieved through nanoemulsion. Based on that, this study aims to optimalize the characteristics of the essential oil nanoemulsion formulation derived from Citrus hystrix (J-1), Melaleuca cajuputi (K-1), and Cymbopogon citratus (S-1) extracts so that it has properties worthy of being a biopesticide. So the method used is descriptive, by testing the stability of the formulation, transmittance, emulsion type, Particle Size Test, Polydispersity Index, and zeta potential. So the results of this study show that in the transmittance test J-1 (98.8%), K-1 (97.7%), S-1 (86.9%), pH test J-1 (5.94), K-1 (6.5), S-1 (6.68), viscosity test J-1 (4.63cPs), K-1 (4.34cPs), S-1 (4.39cPs), particle size test J-1 (10.9±0.05), K-1 (12.5±0.08), S-1 (12.6±0.15), polydispersity index test J-1 (0.563±0.04), K-1 (0.052±0.01), S-1 (0.635±0.08), zeta potential test J-1 (-18.9±1.51), K-1 (-19.9±1.41), S-1 (17.7±1.43). In the stability and emulsion type tests, the three formulation have the same characteristics, namely clear yellow color, distinctive odor, homogeneous, without sediment, without separation of 2 solution phases, and oil-in-water (o/w) emulsion type. Based on these data, it can be seen that the three formulation are stable and suitable to be biopesticides in further research.