Latar Belakang: Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres air hangat dan kompres air dingin menjadi alternatif terapi. Kompres air hangat dan dingin memiliki proses yang berbeda dalam perbaikan jaringan. Maka dalam penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan pemberian kompres air hangat dan dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia dengan radang sendi reumatoid.Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien lansia yang tinggal di Panti PPRSLU Budi Sejahtera di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis Radang sendi reumatoid sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan lembar pengkajian nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Kompres hangat dan dingin.Hasil: 58,3% responden kelompok kompres air hangat mengalami penurunan nyeri sebesar 4 poin, dan 41,7% mengalami penurunan 3 poin. 58,3% pada kelompok kompres air dingin mengalami penurunan 2 poin, sedangkan 41,7% mengalami penurunan 3 poin.Kesimpulan: Hasil menunjukkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan air dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi. Disarankan kompres hangat digunakav untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan spasme otot.
Copyrights © 2025