Latar Belakang: Diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis, termasuk tingkat stres. Luka yang sulit sembuh, risiko amputasi, dan keterbatasan aktivitas seringkali menimbulkan tekanan emosional yang berat pada pasien. Situasi ini, dukungan keluarga memegang peranan penting sebagai sumber kekuatan psikologis yang dapat membantu pasien menghadapi penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah sampel sebanyak 64 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat stres, kemudia data dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Hampir seluruhnya responden dalam kategori dukungan keluarga cukup (79,7%). Sebagian besar responden dengan kategori tingkat stres sedang (51,5%). Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,002.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer. Melihat hal ini maka dukungan keluarga diperlukan sebagai sumber kekuatan penting dalam menghadapi kondisi psikologis: stress pada pasien diabetic foot ulcer.
Copyrights © 2025