Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Musik, Foot Massage, Dan Relaksasi Napas Dalam (HARMONI) Pada Lansia Hipertensi Di Wisma Dahlia Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru Basit, Mohammad; Rahmadaniah, Dina; Krisdayanti; Mahbub, Muhammad Zaini; Auliani, Raiva; Komang, Ni Made Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.930

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung apabila tidak dikendalikan. Pendekatan nonfarmakologis semakin banyak digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Terapi musik instrumental, foot massage, dan latihan pernapasan dalam merupakan teknik relaksasi yang dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis, meningkatkan sirkulasi, serta memperbaiki kenyamanan lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta efektivitas kombinasi terapi musik instrumental, foot massage, dan pernapasan dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Kegiatan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan pre–post test sederhana. Tujuh lansia perempuan berusia 66–79 tahun mengikuti kegiatan selama tiga hari. Intervensi meliputi pemutaran musik instrumental tempo ±60 bpm, pemberian foot massage lembut selama 30–40 menit, serta latihan pernapasan dalam yang dilakukan secara ritmis. Tekanan darah peserta diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) setiap sesi dengan sphygmomanometer digital. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah setiap hari. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi terapi modalitas memberikan penurunan tekanan darah yang konsisten pada seluruh peserta. Rata-rata penurunan tekanan darah pada hari pertama adalah 6,6/4,4 mmHg, hari kedua 8,7/5,1 mmHg, dan hari ketiga 9,1/5,6 mmHg. Selain itu, peserta melaporkan perasaan lebih rileks, berkurangnya keluhan pusing, serta kualitas tidur yang lebih baik.
Hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer Mahbub, Muhammad Zaini; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Mahmudah, Rifa’atul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3zx16y05

Abstract

Latar Belakang: Diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis, termasuk tingkat stres. Luka yang sulit sembuh, risiko amputasi, dan keterbatasan aktivitas seringkali menimbulkan tekanan emosional yang berat pada pasien. Situasi ini, dukungan keluarga memegang peranan penting sebagai sumber kekuatan psikologis yang dapat membantu pasien menghadapi penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah sampel sebanyak 64 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat stres, kemudia data dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Hampir seluruhnya responden dalam kategori dukungan keluarga cukup (79,7%). Sebagian besar responden dengan kategori tingkat stres sedang (51,5%). Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,002.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer. Melihat hal ini maka dukungan keluarga diperlukan sebagai sumber kekuatan penting dalam menghadapi kondisi psikologis: stress pada pasien diabetic foot ulcer.