Pendahuluan: Hiperurisemia adalah kondisi meningkatnya kadar asam urat akibat kelebihan produksi atau penurunan ekskresi, dan prevalensinya terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, pola makan tinggi purin, obesitas, serta rendahnya aktivitas fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada usia dewasa. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan mengukur hubungan IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik terhadap angka kejadian hiperurisemia pada usia dewasa, sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sebanyak 49 responden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner pengukuran aktivitas fisik, pemeriksaan fisik pengukuran IMT dan lingkar pinggang serta pemeriksaan asam urat. Data dianalisis dengan uji korelasi Chi-square. Hasil: Kejadian hiperurisemia ditemukan pada responden dengan status gizi overweight dan obesitas (24,5%), serta meningkat pada individu dengan lingkar pinggang besar (14,3%) dan aktivitas fisik rendah (18,4%). Uji statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara IMT, lingkar pinggang, dan aktivitas fisik dengan kejadian asam urat (p < 0,01). Kesimpulan: Obesitas dan aktivitas fisik rendah merupakan faktor determinan penting terhadap kejadian Hiperurisemia. Saran: Masyarakat diharapkan menjaga berat badan ideal, mengontrol lingkar pinggang, dan meningkatkan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan hiperurisemia
Copyrights © 2025