Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian, khususnya pada Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat, yang menghadapi kompleksitas tugas serta tekanan kerja yang tinggi. Kinerja anggota tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi dan lingkungan kerja, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam mengelola emosi saat menjalankan tugas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja anggota, serta menguji peran kecerdasan emosional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 100 anggota yang ditentukan menggunakan teknik sensus, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota. Kecerdasan emosional juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Selain itu, kecerdasan emosional mampu memperkuat pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja anggota. Model penelitian menunjukkan kemampuan prediktif yang baik dengan nilai koefisien determinasi sebesar 71,2 persen. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat memerlukan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta penguatan kecerdasan emosional sebagai faktor pendukung utama dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Copyrights © 2026