UMKM Belfii merupakan produsen frozen food berbasis dimsum yang menghadapi permasalahan tata letak fasilitas, terutama jarak perpindahan material yang panjang, biaya material handling yang tinggi dan aliran produksi yang tidak mengikuti urutan proses menghambat pemenuhan standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang menuntut pengendalian sanitasi dan higiene. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak fasilitas UMKM Belfii menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Blocplan berdasarkan nilai adj-score tertinggi. Tahapan penelitian meliputi analisis aliran material, penyusunan Activity Relationship Chart (ARC), perhitungan kebutuhan luas ruang, evaluasi jarak perpindahan material dan ongkos material handling. Hasil penelitian menunjukkan layout awal memiliki total jarak perpindahan material sebesar 91 meter dengan ongkos material handling mencapai Rp22.838.400 per tahun. Melalui metode SLP dan simulasi 20 alternatif tata letak pada software Blocplan, diperoleh layout terbaik dengan nilai adj-score 0,50. Tata letak usulan menghasilkan penurunan jarak perpindahan material menjadi 35 meter serta pengurangan ongkos material handling tahunan menjadi Rp9.504.000. Perancangan ulang tata letak menggunakan metode SLP dan Blocplan berhasil meningkatkan efisiensi proses produksi UMKM Belfii melalui pengurangan jarak material handling sebesar 61,5% dan penurunan biaya material handling sebesar 58,4% dengan hasil ini menunjukkan bahwa integrasi metode SLP dan Blocplan efektif dalam mengoptimalkan tata letak fasilitas industri pangan berskala UMKM.
Copyrights © 2026