Perubahan makna merupakan fenomena semantik yang produktif dalam bahasa Indonesia, terutama dalam ekosistem digital yang dinamis. Salah satu manifestasi dari perubahan ini adalah proses ameliorasi dan peyorasi yang terjadi pada terminologi medis yang semakin intens muncul dalam diskursus publik di platform media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran makna yang dialami oleh terminologi medis, dan (2) menganalisis konteks pragmatik yang berkontribusi terhadap terjadinya transformasi semantik tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat (observasi non-partisipan) dalam proses pengumpulan data. Korpus data penelitian terdiri dari lima belas (15) cuitan anonim dari platform X yang mengandung penggunaan istilah medis dengan makna yang telah bergeser. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan referensial untuk membandingkan makna leksikal (denotatif) dengan makna kontekstual, serta metode agih (distribusional) untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan lingkungan tuturan digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terminologi medis mengalami perubahan makna melalui proses metaforisasi. Proses ini menghasilkan: ameliorasi (peningkatan makna) pada istilah seperti positif, imun, overdosis, trauma, stabil, dan sehat; serta peyorasi (penurunan makna) pada istilah seperti drop, kronis, sesak, kritis, dan alergi. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kreativitas linguistik pengguna, kebutuhan ekspresif, dan dinamika interaksi sosial di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform X memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi inovasi semantik dan memperluas fungsi terminologi medis sebagai metafora sosial dalam komunikasi kontemporer.
Copyrights © 2026