Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Kekuasaan dalam Teks Supersemar: Kajian Analisis Wacana Kritis Ruth Wodak Latifah, Rahma Nur; Mahirsah, Meyvia Kiara; Pranata, Destia Ajeng Putri; Syukri, Hanifullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4004

Abstract

Penelitian ini menelaah representasi kekuasaan dalam teks Supersemar melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) berdasarkan kerangka teori Ruth Wodak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk membangun, melegitimasi, dan menyampaikan otoritas politik dalam konteks sejarah Indonesia, khususnya pada periode transisi kekuasaan antara Soekarno dan Soeharto. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis fitur-fitur tekstual secara mendalam, termasuk pilihan leksikal, struktur sintaksis, serta strategi retoris yang berperan dalam pembentukan relasi kuasa. Analisis difokuskan pada identifikasi pola dominasi, persuasi, serta konstruksi posisi ideologis yang tersembunyi di balik penyusunan kalimat dan struktur argumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks Supersemar tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga secara halus membingkai legitimasi politik melalui strategi diskursif tertentu seperti nominalisasi, pasivisasi, penggunaan modalitas, dan pengaburan aktor. Strategi-strategi tersebut mengonstruksi citra Soeharto sebagai pelaksana otoritas yang diperlukan demi stabilitas negara sekaligus mereduksi jejak pertanggungjawaban politik. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan AWK terhadap dokumen Indonesia yang memiliki signifikansi historis dan politis, sehingga menjembatani analisis linguistik dengan pembacaan sosial-politik. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian bahasa, sastra, dan pembelajaran dengan memperlihatkan bagaimana bahasa dapat menjadi sarana produksi wacana politik dan narasi sejarah. Selain itu, penelitian ini menawarkan implikasi pedagogis bagi pengajaran membaca kritis dan keterampilan analitis, menekankan urgensi kesadaran wacana dalam kurikulum bahasa dan sastra agar peserta didik mampu mengidentifikasi relasi kuasa, representasi ideologi, dan konstruksi makna dalam teks.
Ameliorasi dan Peyorasi Istilah Medis dalam Diskursus Publik di Platform X Mahirsah, Meyvia Kiara; Ginanjar, Bakdal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4192

Abstract

Perubahan makna merupakan fenomena semantik yang produktif dalam bahasa Indonesia, terutama dalam ekosistem digital yang dinamis. Salah satu manifestasi dari perubahan ini adalah proses ameliorasi dan peyorasi yang terjadi pada terminologi medis yang semakin intens muncul dalam diskursus publik di platform media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk pergeseran makna yang dialami oleh terminologi medis, dan (2) menganalisis konteks pragmatik yang berkontribusi terhadap terjadinya transformasi semantik tersebut. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik simak dan catat (observasi non-partisipan) dalam proses pengumpulan data. Korpus data penelitian terdiri dari lima belas (15) cuitan anonim dari platform X yang mengandung penggunaan istilah medis dengan makna yang telah bergeser. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode padan referensial untuk membandingkan makna leksikal (denotatif) dengan makna kontekstual, serta metode agih (distribusional) untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan lingkungan tuturan digital. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa terminologi medis mengalami perubahan makna melalui proses metaforisasi. Proses ini menghasilkan: ameliorasi (peningkatan makna) pada istilah seperti positif, imun, overdosis, trauma, stabil, dan sehat; serta peyorasi (penurunan makna) pada istilah seperti drop, kronis, sesak, kritis, dan alergi. Pergeseran makna ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kreativitas linguistik pengguna, kebutuhan ekspresif, dan dinamika interaksi sosial di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform X memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi inovasi semantik dan memperluas fungsi terminologi medis sebagai metafora sosial dalam komunikasi kontemporer.