Abortus berulang merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis wanita usia subur. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya serta memicu stres dan kecemasan. Penyebab abortus berulang bersifat multifaktorial, meliputi faktor medis, psikologis, dan perilaku kesehatan, seperti rendahnya kepatuhan terhadap perawatan kehamilan. Salah satu kendala utama dalam pencegahan abortus berulang adalah keterbatasan akses terhadap konseling kesehatan reproduksi yang berkelanjutan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang pemanfaatan aplikasi mobile sebagai media konseling kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan berkesinambungan. Aplikasi mobile memungkinkan pemberian informasi kesehatan, pemantauan kondisi kehamilan, serta dukungan psikologis secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling berbasis aplikasi mobile dalam menurunkan kejadian abortus berulang pada wanita usia 25–35 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 60 wanita dengan riwayat abortus berulang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh konseling kesehatan reproduksi melalui aplikasi mobile selama tiga bulan, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan standar. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan kejadian abortus berulang pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Konseling berbasis aplikasi mobile efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan perawatan kehamilan, serta dukungan
Copyrights © 2026