Revitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan kembali sesuatu yang sebelumnya telah mengalami penurunan dari segi fungsi atau nilai, yang meliputi infrastruktur, tata ruang kota, dan juga meningkatkan daya tarik wisata. Dengan adanya revitalisasi, pengaruh yang timbul akan cukup besar dalam dunia wisata kuliner. Jalan Tunjungan adalah rumah bagi para warga lokal untuk menjalankan usaha, mulai dari beragam jenis kuliner, serta kerajinan tangan masyarakat lokal dan jasa, yang dapat meningkatkan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan menggunakan metode observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara penduduk lokal sekitar, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif maupun negatif terhadap wisata kuliner di Jalan Tunjungan setelah adanya revitalisasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami peningkatan dalam pendapatan dikarenakan bertambahnya nilai daya tarik wisata, namun biaya sewa dan produksi pun bertambah. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi yang terlaksana berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat sekitar, akan tetapi adapun dampak negatifnya seperti biaya operasional yang meningkat, dan juga adanya beberapa UMKM yang mengalami penurunan pendapatan dikarenakan banyaknya muncul para pesaing yang menjual produk yang sama. Disimpulkan bahwa revitalisasi Jalan Tunjungan memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar, meskipun dibutuhkannya strategi pengelolaan yang lebih bagus agar mengurangi peningkatan biaya operasional.
Copyrights © 2026