Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan karena mengandung senyawa aktif, terutama eugenol, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Eugenol bekerja dengan cara menghambat enzim-enzim penting yang berperan dalam sintesis protein, metabolisme energi, serta biosintesis dinding sel bakteri sehingga pertumbuhan bakteri dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kemangi terhadap uji fisik sediaan tablet serta aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sediaan tablet ekstrak daun kemangi diformulasikan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi fisik tablet meliputi pemeriksaan organoleptik, waktu hancur, kekerasan, kerapuhan, keseragaman bobot, serta uji stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tablet memiliki karakteristik bentuk bulat pipih, berwarna hijau, dan berbau khas kemangi. Waktu hancur tablet secara berturut-turut adalah 1,28 detik, 1,14 detik, dan 1,40 detik. Nilai kekerasan tablet berturut-turut sebesar 4,66 kg, 5,10 kg, dan 4,83 kg, sedangkan kerapuhan tablet masing-masing sebesar 0,92%, 0,83%, dan 0,85%, yang seluruhnya memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Uji stabilitas menggunakan uji t-test menunjukkan nilai p>0,05 pada parameter kekerasan, waktu hancur, kerapuhan, dan keseragaman bobot, yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penyimpanan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa tablet dengan konsentrasi ekstrak 40% memberikan aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat sebesar 22,11 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 21,04 mm terhadap Escherichia coli (p<0,05).
Copyrights © 2026