Kurikulum Merdeka dirancang dengan penekanan kuat pada pemberdayaan peserta didik, yang terutama bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan mereka dalam belajar secara mandiri. Kurikulum ini memperkenalkan perspektif baru tentang proses pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi siswa dalam belajar. Secara umum, Pendidikan sekolah dimaksudkan untuk memelihara keterampilan siswa sehingga semua tujuan Pendidikan dapat tercapai. Pembelajaran mandiri dipandang sebagai faktor penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik serta pembentukan keterampilan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa, dengan fokus pada: (1) Strategi guru dalam meningkatkan kemandirian belajar, (2) Strategi keberlanjutan program kemandirian belajar, dan (3) Evaluasi kemandirian belajar siswa. Peneliti bermaksud untuk mencari tahu tantang yang dihadapi selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi solusi potensial untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih efektif dan kemandirian siswa yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MI yasiska mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa melalu pembelajaran interaktif yang didukung perangkat teknologi seperti Chromebook dan koneksi internet. Chromebook membantu siswa mengakses sumber daya Pendidikan digital secara mandiri, meningkatkan literasi digital, dan mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat. Selain itu, evaluasi formatif dan sumatif yang diterapkan oleh guru membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, mendorong refleksi diri, dan meningkatkan tanggung jawab terhadap proses belajar.
Copyrights © 2026