Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah dalam Lingkungan Kementerian Agama Rosfiani, Okta; Hermawan, Cecep Maman; Abdullah, Syamsudin; Zahraningtyas, Firda; Fitriani, Silvia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.456

Abstract

Direct Instruction merupakan sebuah strategi pengajaran dimana trainer mempresentasikan pengetahuan atau keterampilan baru yang kemudian dapat diikuti oleh para partisipan melalui 5 fase yaitu 1) menjelaskan tujuan training dan mendirikan set dalam pelaksanaan training; 2) mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan mengenai merancang kurikulum merdeka; 3) menyediakan praktik yang terbimbing kepada partisipan guru MI; 4) memeriksa pemahaman partisipan guru MI dan memberikan umpan balik; 5) menyediakan praktik yang dapat diperluas pada keberlanjutan situasi nyata. Semangat kemendikbud agar para guru mampu merancang modul ajar merdeka belajar, hingga mengimplementasikan kurikulum merdeka. Para guru Madrasah Ibtidaiyah Umdatur Rasikhien belum mengetahui merancang dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Maka dari itu, diperlukan bimbingan teknis (Bimtek) merancang dan mengimplementasikan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Umdatur Rasikhien. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan merancang dan mengimplementasikan kurikulum merdeka kepada para guru di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Umdatur Rasikhien. Hasil dari PKM ini adalah para guru mendapatkan informasi, pengetahuan, dan keterampilan dalam merancang kurikulum merdeka untuk diimplementasikan di satuan pendidikannya. Tindak lanjut dari PKM ini adalah kami memberikan akun belajar.id kepada wakil kepala madrasah untuk menindaklanjuti mempelajari kurikulum merdeka secara detil dan berkelanjutan.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik di MI Yasiska Zahraningtyas, Firda; Zuhdi, Muhammad; Fauzan , Fauzan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4682

Abstract

Kurikulum Merdeka dirancang dengan penekanan kuat pada pemberdayaan peserta didik, yang terutama bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan mereka dalam belajar secara mandiri. Kurikulum ini memperkenalkan perspektif baru tentang proses pembelajaran dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif  yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi siswa dalam belajar. Secara umum, Pendidikan sekolah dimaksudkan untuk memelihara keterampilan siswa sehingga semua tujuan Pendidikan dapat tercapai. Pembelajaran mandiri dipandang sebagai faktor penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik serta pembentukan keterampilan belajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa, dengan fokus pada: (1) Strategi guru dalam meningkatkan kemandirian belajar, (2) Strategi keberlanjutan program kemandirian belajar, dan (3) Evaluasi kemandirian belajar siswa. Peneliti bermaksud untuk mencari tahu tantang yang dihadapi selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi solusi potensial untuk meningkatkan pembelajaran yang lebih efektif dan kemandirian siswa yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di MI yasiska mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa melalu pembelajaran interaktif yang didukung perangkat teknologi seperti Chromebook dan koneksi internet. Chromebook membantu siswa mengakses sumber daya Pendidikan digital secara mandiri, meningkatkan literasi digital, dan mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat. Selain itu, evaluasi formatif dan sumatif yang diterapkan oleh guru membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, mendorong refleksi diri, dan meningkatkan tanggung jawab terhadap proses belajar.
Pendekatan Supervisi Akademik Untuk Peningkat Mutu Pendidkan Terhadap Gen Z Sepudin, Mohammad Fahmi; Ahlia, Delis; Zahraningtyas, Firda; Asy’ari, Hasyim; Zahruddin, Zahruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4683

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pendekatan supervisi akademik yang relevan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di tengah tantangan karakteristik Generasi Z. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan teknologi digital, memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, kreatif, komunikatif, serta terbuka terhadap perubahan. Namun demikian, karakteristik tersebut juga diiringi dengan berbagai tantangan, seperti tingginya tingkat distraksi, tekanan psikologis, kecenderungan multitasking yang berlebihan, serta menurunnya motivasi dan ketahanan belajar. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki kompetensi pedagogik yang adaptif dan inovatif, yang pada gilirannya memerlukan dukungan supervisi akademik yang efektif dan kontekstual.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan supervisi Pendidikan, karakteristik Generasi Z, dan mutu pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi keterkaitan antara model supervisi akademik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik Gen Z.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga pendekatan supervisi direktif, non-direktif, dan kolaboratif—memiliki fungsi saling melengkapi dalam meningkatkan profesionalisme guru. Supervisi adaptif yang mengombinasikan ketiga pendekatan tersebut dinilai paling efektif untuk mendukung guru dalam merancang pembelajaran yang relevan, partisipatif, dan sensitif terhadap kebutuhan psikologis Gen Z. Temuan ini menegaskan bahwa supervisi akademik yang fleksibel dan responsif dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di era digital.