Penelitian ini bertujuan menganalisis pendekatan supervisi akademik yang relevan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di tengah tantangan karakteristik Generasi Z. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan teknologi digital, memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, kreatif, komunikatif, serta terbuka terhadap perubahan. Namun demikian, karakteristik tersebut juga diiringi dengan berbagai tantangan, seperti tingginya tingkat distraksi, tekanan psikologis, kecenderungan multitasking yang berlebihan, serta menurunnya motivasi dan ketahanan belajar. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki kompetensi pedagogik yang adaptif dan inovatif, yang pada gilirannya memerlukan dukungan supervisi akademik yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan supervisi Pendidikan, karakteristik Generasi Z, dan mutu pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi keterkaitan antara model supervisi akademik dan kebutuhan pembelajaran peserta didik Gen Z.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga pendekatan supervisi direktif, non-direktif, dan kolaboratif—memiliki fungsi saling melengkapi dalam meningkatkan profesionalisme guru. Supervisi adaptif yang mengombinasikan ketiga pendekatan tersebut dinilai paling efektif untuk mendukung guru dalam merancang pembelajaran yang relevan, partisipatif, dan sensitif terhadap kebutuhan psikologis Gen Z. Temuan ini menegaskan bahwa supervisi akademik yang fleksibel dan responsif dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di era digital.