Perkembangan industri kreatif, khususnya di bidang tata rias wajah, menuntut Makeup Artist (MUA) freelance untuk memiliki kreativitas yang tinggi serta ketahanan psikologis agar mampu bertahan dan bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat. Meskipun kreativitas menjadi faktor kunci dalam keberhasilan profesi ini, penelitian empiris yang mengkaji peran faktor psikologis internal, khususnya efikasi diri dan motivasi, terhadap kreativitas MUA freelance dalam konteks gig economy masih terbatas, terutama pada tingkat daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap kreativitas Makeup Artist freelance di Kabupaten Gresik dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 90 responden Makeup Artist freelance di Kabupaten Gresik. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas, serta efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas. Selain itu, motivasi terbukti mampu memediasi pengaruh efikasi diri terhadap kreativitas. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa keyakinan diri yang dimiliki oleh MUA freelance berperan penting dalam meningkatkan motivasi kerja, yang selanjutnya mendorong munculnya kreativitas dalam menghasilkan karya rias yang unik dan inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian Manajemen Sumber Daya Manusia dalam konteks pekerja lepas, serta memberikan implikasi praktis bagi Makeup Artist freelance dalam upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan karier di industri kreatif.
Copyrights © 2026