Kemampuan berpikir reflektif matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran matematika abad ke-21, karena berkaitan dengan kemampuan siswa meninjau kembali proses berpikir, menilai strategi yang digunakan, dan memperbaiki kesalahan konsep yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII pada materi aljabar melalui pendekatan library research. Metode penelitian kepustakaan dipilih untuk menelaah secara komprehensif literatur ilmiah, termasuk buku teks matematika SMP, jurnal nasional dan internasional, modul pembelajaran, serta dokumen kebijakan pendidikan terkait Kurikulum Merdeka dan asesmen HOTS. Analisis data dilakukan dengan content analysis yang mencakup reduksi, pengelompokan, dan interpretasi data, serta triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif siswa masih bervariasi dan umumnya rendah, ditandai dengan kecenderungan fokus pada penyelesaian cepat, minim refleksi terhadap langkah penyelesaian, dan kesulitan dalam memahami konsep abstrak aljabar. Faktor penghambat utama meliputi dominasi guru dalam pembelajaran, kurangnya latihan soal non-rutin, keterbatasan media pembelajaran, dan minimnya kesempatan melakukan refleksi eksplisit. Model pembelajaran yang mendukung kemampuan reflektif, seperti reflective inquiry, guided inquiry, problem-based learning, dan self-assessment berbasis rubrik, terbukti efektif meningkatkan kualitas berpikir reflektif dan pemahaman konsep aljabar. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi refleksi dalam pembelajaran, pengembangan perangkat interaktif, serta peran guru sebagai fasilitator, guna membangun pemahaman matematis yang lebih mendalam dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan materi tingkat lanjut.
Copyrights © 2026