Struktur bangunan dengan konfigurasi denah yang tidak beraturan, seperti berbentuk T, L, U, dan H, cenderung memiliki respons dinamik yang kompleks ketika mengalami beban gempa. Ketidakberaturan tersebut dapat meningkatkan konsentrasi gaya dan deformasi, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan struktural. Salah satu upaya untuk mengurangi pengaruh ketidakberaturan adalah dengan menerapkan konsep dilatasi bangunan, yaitu memisahkan massa bangunan menjadi beberapa segmen yang lebih sederhana. Namun, penerapan dilatasi juga menimbulkan risiko terjadinya pounding atau benturan antar bangunan akibat perbedaan respons dinamik selama gempa. Penelitian ini membahas analisis respons struktur gedung bertingkat dengan denah berbentuk L yang menerapkan konsep bangunan dilatasi, khususnya terhadap potensi terjadinya pounding. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan nilai perpindahan (displacement) relatif antar bangunan yang berdekatan ketika struktur dikenai beban gempa dinamis. Metode analisis yang digunakan adalah Linear Time History Analysis dengan mempertimbangkan tiga rekaman gempa nyata, yaitu Imperial Valley-06, Iwate_off, dan Vina Del Mar Centro. Ketiga data gempa tersebut terlebih dahulu disesuaikan (matching) terhadap spektrum respons rencana agar sesuai dengan kondisi seismik lokasi studi. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur gedung yang dikenai ketiga beban gempa dinamis mengalami perpindahan yang cukup signifikan sehingga menyebabkan terjadinya benturan antar segmen bangunan dilatasi. Hal ini mengindikasikan bahwa jarak pemisah antar bangunan belum mampu mengakomodasi respons dinamik yang terjadi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi displacement dan potensi pounding pada bangunan berdilatasi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan Nonlinear Time History Analysis untuk memperoleh gambaran respons inelastis struktur yang lebih mendekati kondisi aktual.
Copyrights © 2026