Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUATAN KINERJA MASYARAKAT MELALUI EVALUASI DAN REVITALISASI BANGUNAN BALAI RT 4 KELURAHAN MANGUNHARJO Hapsari, Rahma Nindya Ayu; Sholahudin, Farhan; Anggraini, Nurti Kusuma; Yuhanafia, Nurul; Muna, Yunita Miftahul; Zulfiqor, Rizal Ahmad; Istianti, Monica Ayu
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3790

Abstract

Balai RT 4 RW 5 Kelurahan Mangunharjo adalah tempat yang strategis guna memfasilitasi kegiatan masyarakat sekitar. Permasalahan yang terjadi yaitu balai RT yang sudah dibangun sejak tahun 1980an ini sudah mengalami banyak kerusakan akibat pengaruh usia dan pengaruh alam. Hujan lebat dengan curah hujan yang tinggi telah melapukkan kayu kuda-kuda atap balai RT, hingga merobohkan sebagian besar rangkaian struktur atap. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengevaluasi kelayakan struktur dari bangunan balai RT, kemudian perbaikan struktur akan dilakukan sesuai dengan hasil dari analisis struktur, jika bangunan masih layak huni, maka akan dilakukan renovasi dan revitalisasi bangunan, namun jika bangunan sudah tidak layak huni, maka akan diberikan rekomendasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak lagi menggunakan bangunan balai RT tersebut sebagai fasilitas kegiatan masyarakat. Solusi permasalahan yang diberikan pada kegiatan ini adalah dilakukannya pemeriksaan terhadap kondisi struktur eksisting baik dari segi kualitas material dan properti struktur lainnya. Metode pemeriksaan fisik bangunan yang digunakan sebagai syarat SLF bidang keselamatan struktur adalah dengan menggunakan pemeriksaan visual terhadap keadaan eksisting struktur dan pengujian fisik struktur dengan non destructive test berupa hammer test pada titik-titik sample tertentu. Berdasarkan hasil pengujian untuk bangunan Balai RT yang masih layak huni dilakukan perbaikan berupa penambahan level lantai, penggantian keramik, dan pengecatan kembali.
Edukasi K3 Tenaga Lapangan Seksi Sungai, Irigasi dan Pantai Bidang SDA & Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Anggraini, Nurti Kusuma; Widyarini, Galih; Pratiwi, Yesina Intan
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 3 No. 1 (2022): Vol. 3 No. 1 April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.9 KB) | DOI: 10.32497/sitechmas.v3i1.3255

Abstract

Sejak tahun 1984 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep. 13/MEN/1984 tentang Pola Kampanye Nasional K3 yaitu selama 1 (satu) bulan dimulai tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai bulan K3 Nasional. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting bagi moral, legalitas, dan finansial dikarenakan berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah instansi maupun lokasi kontruksi seperti pembangunan infrastruktur bidang pengairan. Meningkatnya produktivitas kerja secara nasional harus diseimbangkan dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan norma K3. Adanya pemahaman dan penerapan K3 yang belum maksimal maka memunculkan permasalahan bagi penyedia jasa khususnya di DPU Kota Semarang. Edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi pekerja di DPU kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu 1 hari, kemudian melakukan evaluasi dengan pre-tes dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya pemahaman yang meningkat sebanyak 92% peserta sudah memahami dalam menerapkan budaya K3.
EDUKASI K3 TENAGA LAPANGAN SEKSI SUNGAI, IRIGASI DAN PANTAI BIDANG SDA & DRAINASE DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SEMARANG Anggraini, Nurti Kusuma; Widyarini, Galih; Pratiwi, Yesina Intan
Jurnal Hilirisasi Technology kepada Masyarakat (SITECHMAS) Vol. 3 No. 2 (2022): Vol. 3 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/sitechmas.v3i2.3569

Abstract

Sejak tahun 1984 dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep. 13/MEN/1984 tentang Pola Kampanye Nasional K3 yaitu selama 1 (satu) bulan dimulai tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai bulan K3 Nasional. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting bagi moral, legalitas, dan finansial dikarenakan berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah instansi maupun lokasi kontruksi seperti pembangunan infrastruktur bidang pengairan. Meningkatnya produktivitas kerja secara nasional harus diseimbangkan dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan norma K3. Adanya pemahaman dan penerapan K3 yang belum maksimal maka memunculkan permasalahan bagi penyedia jasa khususnya di DPU Kota Semarang. Edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi pekerja di DPU kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu pemberian edukasi. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu 1 hari, kemudian melakukan evaluasi dengan pre-tes dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya pemahaman yang meningkat sebanyak 92% peserta sudah memahami dalam menerapkan budaya K3.
Infrastruktur Ramah Lingkungan dengan Beton Limbah Batu Bata Penggaron dan Zat Adiktif Sikament-NN Rahma Nindya Ayu Hapsari; Yuhanafia, Nurul; Anggraini, Nurti Kusuma; Miftahul Muna, Yunita; Ayu Istianti, Monica; Ahmad Zulfiqor, Rizal
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v17i1.1585

Abstract

Penanganan limbah adalah suatu keharusan karena limbah dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan. Beberapa limbah dapat didaur ulang atau diproses kembali untuk menghasilkan bahan baku yang dapat digunakan kembali. Dengan menangani limbah dengan benar, kita dapat mengurangi kebutuhan akan bahan baku alam baru dan mendukung konservasi sumber daya. Mengetahui karakteristik dan nilai kuat  tekan  beton  dengan  penggantian  sebagian  agregatnya  dengan agregat daur ulang yang berasal dari limbah batu bata penggaron adalah tujuan dari penelitian ini.  Urgensi  dari  penelitian  ini  adalah  menghadirkan  solusi  untuk  mendaur ulang limbah batu bata penggaron hasil pembongkaran konstruksi dan sisa produksi batu bata sebagai pilihan pengganti agregat  kasar alam dalam campuran beton yang juga diharapkan mampu menjadi salah satu penerapan yang dapat mendukung adanya program green concrete. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi optimal untuk penggunaan bata Penggaron sebagai pengganti agregat kasar adalah sebesar 60% dari total kebutuhan agregat kasar dalam desain.
Studi Perbandingan Perilaku Balok Beton Tulangan Baja Konvensional dan Balok Beton Tulangan Glass Fiber Reinforced Polymer Ramadhani, Kharisma Dwi; Sabrina, Annisa Rahma; Bachtiar, M. Vicky Restu; Setiawan, Aviv; Pangestuti, Endah Kanti; Anggraini, Nurti Kusuma
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 8 No 01 (2026): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi (In Progress)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v8i01.2107

Abstract

Reinforced concrete commonly uses conventional steel reinforcement due to its good tensile strength and ductility. However, steel reinforcement is susceptible to corrosion and has a relatively high self-weight. Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) has emerged as an alternative reinforcement material with high tensile strength, low weight, and excellent corrosion resistance. This study aims to compare the flexural behavior of reinforced concrete beams using GFRP reinforcement and conventional steel reinforcement in terms of maximum flexural capacity, load–deflection behavior, and crack patterns. The research was conducted experimentally through laboratory testing using the two-point loading method. The test specimens were concrete beams measuring 150 × 150 × 600 mm, reinforced with either steel or GFRP bars with diameters of 6 mm and 8 mm. The results indicate that GFRP-reinforced beams exhibit higher maximum flexural capacity than steel-reinforced beams, with increases of 44.53% for 6 mm diameter bars and 15.65% for 8 mm diameter bars. In addition, GFRP-reinforced beams show greater deflection, indicating higher flexibility compared to steel-reinforced beams. Crack pattern observations reveal that GFRP-reinforced beams develop more numerous and widely distributed cracks and tend to experience shear failure, whereas steel-reinforced beams display more controlled flexural cracking. These findings suggest that GFRP reinforcement has significant potential as an alternative to conventional steel reinforcement, particularly for structures requiring high corrosion resistance and a high strength-to-weight ratio, while careful consideration of shear failure is necessary in design
Analisis Pengaruh Jarak Dilatasi Pada Bangunan Bentuk L Terhadap Risiko Pounding Dengan Metode Linear Time History Analysis Alvin, Alvin; Anggraini, Nurti Kusuma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4808

Abstract

Struktur bangunan dengan konfigurasi denah yang tidak beraturan, seperti berbentuk T, L, U, dan H, cenderung memiliki respons dinamik yang kompleks ketika mengalami beban gempa. Ketidakberaturan tersebut dapat meningkatkan konsentrasi gaya dan deformasi, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan struktural. Salah satu upaya untuk mengurangi pengaruh ketidakberaturan adalah dengan menerapkan konsep dilatasi bangunan, yaitu memisahkan massa bangunan menjadi beberapa segmen yang lebih sederhana. Namun, penerapan dilatasi juga menimbulkan risiko terjadinya pounding atau benturan antar bangunan akibat perbedaan respons dinamik selama gempa. Penelitian ini membahas analisis respons struktur gedung bertingkat dengan denah berbentuk L yang menerapkan konsep bangunan dilatasi, khususnya terhadap potensi terjadinya pounding. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan nilai perpindahan (displacement) relatif antar bangunan yang berdekatan ketika struktur dikenai beban gempa dinamis. Metode analisis yang digunakan adalah Linear Time History Analysis dengan mempertimbangkan tiga rekaman gempa nyata, yaitu Imperial Valley-06, Iwate_off, dan Vina Del Mar Centro. Ketiga data gempa tersebut terlebih dahulu disesuaikan (matching) terhadap spektrum respons rencana agar sesuai dengan kondisi seismik lokasi studi. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur gedung yang dikenai ketiga beban gempa dinamis mengalami perpindahan yang cukup signifikan sehingga menyebabkan terjadinya benturan antar segmen bangunan dilatasi. Hal ini mengindikasikan bahwa jarak pemisah antar bangunan belum mampu mengakomodasi respons dinamik yang terjadi. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi displacement dan potensi pounding pada bangunan berdilatasi. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan Nonlinear Time History Analysis untuk memperoleh gambaran respons inelastis struktur yang lebih mendekati kondisi aktual.
Analisis Perbandingan Kolom Eksisting dan Redesain Gedung 9 Lantai Surakarta Ramadhan, Gani Adiyatma; Anggraini, Nurti Kusuma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4867

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga perencanaan struktur bangunan gedung wajib memenuhi ketentuan ketahanan gempa sesuai SNI 1726:2019. Salah satu elemen struktur yang berperan penting dalam menahan beban gempa adalah kolom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja struktur kolom eksisting dan kolom hasil redesain pada sebuah gedung perkuliahan 9 lantai yang berlokasi di Kota Surakarta. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode respons spektrum melalui pemodelan struktur tiga dimensi software ETABS versi 22. Parameter yang ditinjau meliputi gaya dalam kolom (momen lentur dan gaya geser), simpangan antar tingkat, serta pemenuhan konsep strong column–weak beam (SCWB). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan momen max aksial lentur pada kolom pada pengecekan gaya dalam pada kolom momen dan gaya geser memiliki perbedaan yang hampir sama, kolom asli M3 sebesar 558.799 dan V2 sebesar 247,8383 sedangkan pada redesain M3 sebesar 738.438 dan V2 sebesar 266.8319. pada pengecekan simpangan antar tingkat bangunan asli dan redesain memiliki displacement sebesar 0 dan grafik yang dihasilkan juga sama. Kemudian pada pengecekan SCWB Momen Nominal Kolom, Mnc sebesar 1255,913, Mn- Tumpuan Balok sebesar 778,923, dan Mn+ Tumpuan Balok sebesar 716,366 sedangkan pada kolom redesain Momen Nominal Kolom, Mnc sebesar 2040,898, Mn- Tumpuan Balok sebesar 865,470, dan Mn+ Tumpuan Balok sebesar 716,366. Berdasarkan hasil tersebut, kolom redesain dinilai layak untuk diterapkan karena mampu meningkatkan kinerja struktur sekaligus berpotensi memberikan efisiensi dimensi dan biaya konstruksi.