Produk olahan kacang mete merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara, yang memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum didukung oleh strategi promosi digital yang optimal. Pola pemasaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan jangkauan pasar terbatas dan kurang mampu menarik perhatian konsumen modern. Seiring dengan perkembangan teknologi pemasaran interaktif, Augmented Reality (AR) menawarkan peluang baru dalam menghadirkan pengalaman promosi yang lebih menarik dan informatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model promosi produk olahan kacang mete berbasis teknologi Augmented Reality markerless yang dapat diakses langsung melalui media sosial tanpa memerlukan instalasi aplikasi tambahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi tahapan perencanaan, analisis, perancangan, pengembangan, pengujian, implementasi, dan pemeliharaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, serta uji pengguna. Model promosi dikembangkan dalam bentuk visualisasi produk tiga dimensi yang terintegrasi dengan media sosial dan dilengkapi informasi produk serta akses pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model promosi AR markerless dapat berfungsi dengan baik pada berbagai perangkat dan mendapatkan respons positif dari pengguna. Uji pengguna menunjukkan peningkatan ketertarikan dan minat beli konsumen setelah berinteraksi dengan visualisasi produk berbasis AR. Selain itu, pelaku UMKM menunjukkan tingkat penerimaan yang baik terhadap teknologi ini setelah diberikan pendampingan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model promosi AR markerless berbasis media sosial yang kontekstual dan mudah diadopsi oleh UMKM desa. Model ini berpotensi meningkatkan efektivitas promosi serta memperluas jangkauan pemasaran produk olahan kacang mete.
Copyrights © 2026